Mundo de ficçãoIniciar sessãoPov Bu Diah
"Sita, Rayyan sudah berangkat?" tanyaku pada Sita, menantu satunya. Kalau Mayang sudah tak anggap aku sebagai mertua, masih ada Sita yang bisa disuruh-suruh.
"Bu, Ibu udah bisa bicara? Maaf loh, aku pulang ketika Ibu sulit mengontrol mata dan mulut Ibu," ucapnya. Aku sudah melupakan hal itu, karena tahu ia sedang mengandung cucuku.
"Sudahlah, eh Ibu dapat cek senilai 1 milyar, bisa kamu cairkan," ucapku.
"1 milyar? Yang bener Bu?" tany