Galih ikuti langkah istrinya yang kini duduk di ranjang. Ia pegang pundak Rima lembut dan duduk di sampingnya.
"Jangan ngambek!"
Rima membalikkan tubuhnya, melihat Galih sesaat, kemudian tersenyum. "Aku tidak marah, aku hanya sedang menggodamu saja!"
Galih membuang napas kasar. "Aku tidak suka kamu menggodanya seperti itu."
"Iya, maaf pak dokter!"
"Ya sudah, ayo! Sekarang saja."
Rima diam, ia sedikit mengigit bibir bawahnya. "Barusan aku cek dan sedang haid."
Galih menelan ludah tanda kecewa. "