"Hey! Kamu kenapa?" Rima tersenyum heran mendekat ke arah Galih.
Galih menghela napas panjang dan membuang wajah, menutupi kecanggungan yang seketika hadir.
"Aku pergi untuk membicarakan pekerja dengannya, kami bertemu di luar karena dekat dengan tempat pekerjaannya, kalau ke sini cukup memakan waktu. Jadi, meskipun terlambat, dia bisa menungguku dengan tetap bekerja."
"Sejak kapan kamu bertemu dengan Ala