Avery melangkah ke satu sisi. Dia segera memutar nomor Elliot sebelum memberinya kesempatan untuk menenangkan emosinya.
Yang mengejutkannya, Elliot menjawab telepon dalam hitungan detik.
"aku baik-baik saja." Suaranya rendah dan tegas.
Dia menghela nafas lega dan bertanya dengan tenang, "Siapa yang menyalakan api?"
"Sopir kakak laki-laki tertua aku. Dia sudah bersama kakak laki-laki tertua aku selama bertahun-tahun sekarang."
Avery diliputi kesedihan saat dia melihat rumah tua yang baru saj