Avery nggak pernah percaya pada takdir.
Bahkan jika hidup ingin menghentikannya, dia nggak akan pernah menyerah semudah itu.
Dia membuka pintu mobil lalu melangkah ke salju musim dingin tanpa ragu-ragu.
Dia berlari dengan panik menuju bandara.
Hanya ada satu akhir yang dia inginkan. Dia nggak akan membiarkan Elliot pergi begitu saja!
Di ruang tunggu VIP di bandara, Elliot mengangkat pergelangan tangannya dan melihat waktu di arlojinya.
Penerbangannya pukul satu siang. Masih ada satu jam la