Ia berjalan menuju ruang tamu dan berdiri diam menunggu Avery mendekat.
"Apa lagi yang mau kamu bahas?" Avery berjalan menuju tangga, ingin naik ke atas untuk beristirahat.
"Apa kamu mau tidur?" Elliot memperhatikan tubuh rampingnya dan menurunkan pertahanannya.
"Avery. Tapi kita bisa ngobrol dulu, kalau itu mau kamu."
Avery tetap berdiri di dekat tangga dengan satu-satunya niat untuk menjauh darinya, karena hatinya sakit setiap kali mencium aromanya. Ini sangat akrab, namun takdir telah mem