Avery meletakkan ponselnya dan kembali ke tempat tidur.
Pikirannya tenggelam dalam kekacauan ketika dia menemukan bahwa meskipun Elliot telah berjanji padanya bahwa dia tidak akan mengakui anak itu sebagai miliknya, sahabatnya berusaha untuk mengambil anak itu dari Ruby secara pribadi.
"Ironis sekali," pikirnya. "Sayang Ruby tidak mau menyerahkan anak itu. Aku ingin tahu apakah dia akan menyerah jika Elliot yang meminta."
Hati Avery terasa seperti ditusuk oleh jarum yang tak terhitung jumlahn