"Mama!" Robert tiba-tiba berjalan mendekat dan memeluk kakinya.
Hati Avery langsung meleleh menjadi genangan air.
Dia segera meletakkan teleponnya dan menatap putranya dengan heran. "Sayang, aku melihatmu bersenang-senang dengan mainanmu, jadi aku tidak mengganggumu. Aku tidak menyangka kamu akan datang mencariku."
Dia menggendong Robert dan mencium pipinya.
"Aku akan membawamu untuk vaksinasimu nanti, jangan menangis, oke?"
Mata gelap Robert terbuka lebar. Dia tidak mengerti arti dari vaks