Bab 67. Keanehan Mas Suma
"Mas Suma ... Mas. Kenapa!?"
Tergopoh aku menghampirinya yang terlihat berbaring dengan tangan terkulai ke bawah ranjang. Wajahnya agak pucat dan pandangan mata sedikit redup.
"Ran, aku lemas," ucapnya lemah.
Aku raba dahinya tidak panas. Tangan, kaki normal. Kenapa, ya? Atau?
"Mas Suma, sudah makan?"
"Tadi makan sedikit. Tidak selera. Aku istirahat saja. Ran, kamu duduk sini," katanya menunjuk tempat kosong di dekat kepalanya. Dia memeluk pinggangku sambil tiduran.
Sambil mengusap-usap ke