Bab 459. Ingat?
Sekarang kami benar-benar jatuh cinta, Kisah kami berjalan di rel yang benar. Restu orang tua sudah menyertai, memperlancar langkah kami berdua.
Tidak puas dengan kirim pesan, aku melakukan panggilan video call. Wajah kekasihku yang cantik terlihat dilayar ponsel, menunjukkan keceriaan walaupun masih ada bekas matanya yang sembab.
"Aku kangen," ucapku langsung. Hati ini seakan lepas dan bebas mengungkapkan apa yang ada di hati ini.
"Aku juga. Tidak hanya kangen. Tetapi sangat kangen," sahutnya