Bab 191. Ada syaratnya!
Sepanjang jalan pulang, tak henti-hentinya Amelia meledek Mas Suma yang ketiduran di pondok. Mereka saling adu argumen kalau dia paling benar. Aku dan Wisnu hanya mengikuti sambil tersenyum.
‘Hmm… keadaaan sudah mulai normal.’
*
“Aku pikir kamu sudah tidur,” seru Mas Suma sesaat setelah membuka pintu kamar.
Setelah makan malam, memang aku langsung masuk ke kamar. Meninggalkan Mas Suma yang berbincang dengan Wisnu di teras depan. Tentu saja, setelah menghidangkan camilan pisang rebus dan teh