Mandy memandang Harvey dan berjalan ke arahnya, terengah-engah. Dia berseru pelan, "Harvey, apa yang kau lakukan?"
“Mau kau apakan hadiah itu? Dipandangi pun tidak aka nada pengaruhnya”
"Sebuah bunga tidak akan muncul tiba-tiba hanya dengan melihatnya, kan?"
Harvey mengerutkan kening dan menjawab, "Kau tidak mengerti. Tuan Naiswell yang memberi ku ini. Pasti berharga!"
Mandy terkekeh.
"Kau pikir siapa Tuan Naiswell itu?"
"Baiklah, anggap saja pria itu mengagumimu karena kau tahu cara menilai bar