Mata Harvey mulai berkedut saat ia langsung menatap Alexei.
Itu adalah tatapan untuk meminta bantuan.
Alexei mengangkat bahu. Tidak ada yang bisa ia lakukan.
Namun, tepat pada saat inilah ponselnya tiba-tiba bergetar. Ia menatapnya dengan aneh dan mengangkatnya. Kemudian, ia tertegun... Ia benar-benar terdiam membeku.
Tak lagi peduli dengan apa pun, Alexei langsung berlari ke arah Harvey dan memeluk kakinya erat-erat. "Kak! Kakak! Kau harus menolongku! Kau harus!"
Alexei langsung menangis.