BRAK!
Stefan tidak bisa menahan diri untuk berdiri. Dia mematahkan meja di depannya dengan satu tendangan, lalu perlahan melangkah maju.
“Aku tidak tahu dari mana asalmu, Nak…” katanya sambil memicingkan mata ke arah Harvey. “Tetapi apa kau punya uang sebanyak itu?”
Harvey melambaikan Kartu Hitamnya sambil tersenyum.
“Aku mampu membeli lebih dari itu. Kenapa, kau marah karenanya?”
Harvey membenci Stefan saat dia berbicara tentang mendekati Aria.
"Tentu saja tidak. Aku juga tidak akan bersa