Bagi Teo, dari semua mahasiswa baru di universitas, hanya Roger yang bisa mengalahkannya.
Teo tampak puas saat menunggu Harvey memohon belas kasihan. Sebaliknya, Harvey malah bertepuk tangan dengan penuh kekaguman.
“Lumayan. Kau seharusnya bisa mencari nafkah dengan itu,” katanya.
Wajah Teo langsung menjadi suram. Bahkan Roger dan sang pelatih secara naluriah memelototi Harvey.
Harvey tidak hanya secara terang-terangan menghina Teo, namun ia juga mengolok-olok semua orang yang berlatih bela