Bahkan sebelum Ernie Surrey sempat bereaksi, Harvey York sudah menarik pelatuk tepat di kepalanya.
Klik!
Tidak ada peluru yang melesat keluar dari laras.
‘Kosong?!’
‘Bagaimana?!’
‘Dia berhasil selamat dalam kesempatan satu banding enam?!’
Sebelum yang lain bereaksi, Harvey melemparkan pistolnya ke depan Ernie sambil tersenyum.
“Giliranmu.”
Keringat dingin menetes di punggungnya. Dia tahu bahwa tembakan berikutnya sudah terisi.
Perlahan-lahan ia mengangkat pistol itu dari atas meja sambi