Harvey tidak mengira dia akan menarik banyak perhatian hanya dengan berjalan-jalan.
Setelah meninggalkan parit, dia menemukan tempat untuk membeli kebutuhan pokoknya. Kemudian, dia menuju ke vila yang diatur Harlan untuknya.
Tempatnya agak tua, tapi tidak ada bau berjamur di udara. Harlan tentu saja berusaha keras agar Harvey merasa betah.
Harvey senang. Dia berpikir untuk membeli sebuah vila di Gunung Eden untuk membalas budi nanti.
Keesokan harinya, Harvey memutuskan untuk jogging di sepan