Blaine menarik napas dalam-dalam seolah menenangkan denyut yang tidak biasa di tubuhnya, sebelum dengan hormat mengambil langkah maju.
“Aku datang ke sini untuk bertemu denganmu lagi, Bibi.”
“Sudah kubilang berkali-kali, Blaine. Aku seorang biksu sekarang. Kau bisa memanggilku Master Mograine.”
Biksu itu berbalik sebelum menatap Blaine dengan tatapan kesal. Dia melotot tajam, tapi tatapan matanya masih menawan.
Blaine tersenyum.
“Kau akan selalu menjadi bibiku. Tidak masalah apa kau seorang