"Baik. Karena kau sangat suka berlutut, lakukanlah,” jawab Harvey.
Dia menggerakkan senjata apinya, lalu menarik pelatuknya.
Dor, dor!
Rhea merasakan sakit yang tajam di lututnya, dan terjatuh ke lantai sambil berlutut.
Harvey kemudian membuang senjata apinya.
“Rachel,” perintahnya, “Bawa dia bersamaku ke puncak markas.”
-
Jam dua belas siang.
Harvey membawa Rachel dan Rhea ke puncak markas Gerbang Surga. Tempat itu digunakan untuk menyelenggarakan acara-acara besar, dan segala macam per