Tamparan Harvey terdengar keras dan jelas. Wajah Amaia benar-benar bengkak, dan kepalanya berputar-putar.
Meski begitu, dia tidak berani menyerang.
"Tentu saja! Silahkan saja!"
Plak!
Harvey menampar Amaia lagi tanpa menahan diri.
“Seorang pejabat pemerintah mewakili pemerintah itu sendiri.”
“Bagaimana kau bisa mempertahankan posisimu jika kau tidak memperjuangkan keadilan rakyat?”
Plak!
“Kau mengabaikan benar dan salah serta mengambil keuntungan dari masyarakat, namun kau masih tanpa mal