Arlet, meski pemarah, mulai bersorak kegirangan.
Bahkan Azrael dan yang lainnya pun tersenyum lega.
Kairi menarik napas dalam-dalam sebelum mengangkat dadanya. Dia memandang Harvey, tatapannya yang menggoda dipenuhi kekaguman.
Sebelumnya, Kairi ingin bersekutu dengan Harvey karena dia mengagumi Harvey. Sekarang, emosi tertentu yang tak terkatakan mulai terbentuk di hatinya.
"B*jingan! B*jingan sialan itu!”
Nameless menggertakkan gigi. Marah, dia menendang wanita pendamping yang cantik di sa