"Kemarilah."
Harvey mengaitkan jarinya ke Colson.
Colson tidak berani berdiri, dan berjalan menuju Harvey.
Harvey menyeka jarinya lagi, lalu mengayunkan punggung telapak tangannya ke wajah Colson.
Plak!
Tamparan keras terdengar saat tubuh Colson bergoyang. Beberapa detik kemudian, bekas telapak tangan merah cerah muncul di wajahnya.
“Kau datang ke sini untuk membela sepupumu?” desak Harvey.
Mata Colson bergerak-gerak, tapi dia tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Plak!
Harvey menampar wa