Plak!
Harvey mengayunkan bagian belakang telapak tangannya ke wajah Idris. Idris berguling-guling di tanah, hingga teriakannya benar-benar berhenti.
Tubuhnya baru berhenti berguling ketika ia menabrak beberapa orang beberapa meter ke belakang.
Tangan kanan Idris terpelintir. Saking sakitnya, ia bahkan tidak bisa mengeluarkan jeritan. Darah terus mengalir dari sudut mulutnya juga.
Harvey terlalu cepat.
Bisa dikatakan, tidak ada yang bisa bereaksi terhadap gerakannya.
Ada banyak mata yang te