Regan menggertakkan giginya.
Dia tidak ingin percaya bahwa Harvey benar-benar memiliki Lencana Penegak Hukum Longmen.
"Kau benar-benar berpikir ini palsu?"
Harvey tersenyum tenang sambil menjentikkan cangkir tehnya ke lencana.
Lencana itu kemudian meluncur tepat ke arah Regan dengan tatapan menyilaukan.
"Aku sarankan kau melihat dari dekat, nona muda."
"Jangan salah paham."
Regan menatapnya tajam dan kemudian melirik. Pikirannya meledak begitu dia melihat beberapa tanda tersembunyi untuk