Setelah sekitar sepuluh menit, dentingan sepatu hak tinggi bisa terdengar di luar bangsal. Seorang wanita berjas hitam berjalan masuk, wajahnya garang.
Dia tampak anggun dan canggih, tetapi aura khas seorang penduduk pulau bisa dirasakan darinya.
Wanita ini tidak lain adalah Ishikawa Yukiko, perwakilan dari kedutaan Negara Kepulauan.
Dia memasang ekspresi sedingin es. Penghinaan tertulis di seluruh wajahnya saat dia memindai bangsal.
Tentu saja, Yukiko bahkan tidak ingin menginjakkan kaki di