Diva pun membuatkan secangkir kopi untuk Kenan.
Tak sulit untuk melakukan semua itu. Sebab, dirinya sudah terbiasa menyeduhnya kopi untuk Abi Bayu.
"Selesai," Diva tersenyum bangga menatap secangkir kopi buatannya.
Sesaat kemudian kembali ke ruangan Kenan, masih saja pria itu duduk di tempatnya tanpa berpindah sama sekali.
Perlahan Diva meletakan pada meja kemudian duduk di sofa.
"Bagaimana?" Diva penasaran dengan komentar yang akan diberikan oleh Kenan tentang kopi buatannya, sebab itu adalah