Arianne tidak dapat menunggu lagi. Dia dengan hati-hati membangunkannya. Si bapak tua membuka matanya dan mengira Arianne adalah salah satu susternya. “Dimana Pauline? Mengapa mereka mengganti suster-suster hari ini?”
Arianne menaruh makanannya di depan dia. “Habiskan makananmu dulu.”
Si bapak tua perlahan meraih pisau dan garpu, tetapi tatapannya memperhatikan mereka dengan seksama. “Kau bukan suster, mengapa kau disini?”
Tiffany mengeluarkan surat dari dalam tas Arianne. “Apakah kau menulis