Suara Tiffany sedikit tercekik. Untuk bisa menahan air matanya, dia menuangkan wine untuknya sendiri dan meneguknya adalam satu kali tegukan. Untungnya, dia tidak asing dengan wine dan sudah terbiasa meminumnya waktu dulu. Dengan begitu tidak terlalu sulit baginya untuk bekerja di klub malam seperti ini.
Jackson juga merasa kalau dia mulai emosional malam ini. Dia menarik nafas panjang dan melembutkan suaranya. “Kau bisa memperlakukanku sebagai orang asing dan beritahu aku apapun yang ingin kau