“Rey” yang tak dikenal itu telah memenuhi kepala Cynthia. Maka, tidur Cynthia malam itu menjadi gelisah.
Akhirnya dia bisa tertidur nyenyak, namun begitu pagi tiba, dia dengan kaget terbangun dari tidurnya karena pukulan Tiffany..
“Urgh, Ibuuuu ?! Apa lagi sekarang?” dia meratap. “Ya ampun, apakah kau bahkan ibu kandungku? kau tidak bisa satu hari saja tidak menggangguku, bukan?!”
“Baiklah, bangun dan kirim pai apel ini ke Aristotle! Biar kuberitahu, sayang, aku bangun pagi-pagi sekali hari i