Tiffany tiba-tiba duduk di atas tempat tidur dengan jari-jarinya yang terulur dan ramping menutupi kerah Jackson. Matanya masih basah oleh air mata, tapi entah bagaimana dalam sekejap perasaan sedihnya kini dijiwai dengan semburat rayuan baru. “Kau tidak akan pergi malam ini…”
Mata Jackson sedikit menggelap. "Sial. Aku termakan umpanmu."
Tiffany mengerutkan kening. “Kau kira aku aku tidak bisa membuat skema seperti sebaik dirimu! Sungguh, apa kau tidak akan memulai terlebih dulu?”
Jantung Jac