Perhatian dari pesta telah beralih ke tangga. Siluet feminin melintasi garis pandang mereka, rambutnya berantakan dan menutupi separuh wajahnya.
Tapi Arianne tahu siapa dia. Itu adalah Janice Bell — lagi-lagi.
Hal pertama yang terlintas di benak Arianne adalah kekesalannya saat bertemu dengan wanita itu lagi. Tetapi ketika dia melihat lebam biru kehitaman di sudut bibir Janice, sebuah pemahaman baru—bahwa segala sesuatunya mungkin tidak sesederhana terakhir kali — muncul di benaknya.
Luka-luk