Arianne menggigit bibirnya.
“Kau tidak mencoba melupakan masa lalu, kau hanya menyerah. Beri aku beberapa masukan menu khusus yang kaum punya di cafe ini. Aku melewatkan makan siang ku kali ini karena tidak ada orang di tempat kerjaku untuk membantuku setelah kau pergi dan aku harus melakukan semuanya sendiri. Setelah itu kau sempatkan waktu dan duduk denganku di meja ini, kita akan mengobrol karena tidak banyak orang di sini. Aku butuh ... seseorang untuk diajak bicara juga.”
Robin mengangguk