Bab 114 Serangkaian Peristiwa Malang
Air mata berlinang di matanya, tapi Tiffany berusaha untuk menahannya. “Hmm, aku tahu kalau Sasha ini akan sama saja sepertiku, kami bukanlah apa-apa selain batu loncatan untukmu. Bukannya marah, aku malah harusnya merasa kasihan padanya. Tatapanmu sangat dingin sedingin angin musim dingin. Itulah caramu menatapku sejak awal, aku hanya terlalu menuruti fantasiku sendiri. Kau tidak perlu mengganti uang apapun. Karena aku lah yang mau membayarnya, aku tidak punya hak untuk memintanya kembali. Teri