Arianne bisa merasakan aroma alkoholnya semakin dekat ke arahnya. Dia menoleh ke arah Mark. “Apa yang sedang kau lakukan? Tidurlah jika kau mabuk. Aku lelah…”
Mark tiba-tiba menyentuh dagunya dan memaksanya untuk menatap ke arahnya. Tak satupun dari mereka bisa melihat ekspresi satu sama lain dengan jelas karena gelap. Jantung Arianne masih berdebar kencang. Setiap kali dia mencoba pergi, Mark akan mengencangkan cengkeramannya padanya. Dia tidak punya pilihan selain menuruti keinginannya. Dia t