Setelah memikirkan ini, dia langsung menuju ke ujung koridor untuk menelpon Ethan. Setelah beberapa lama barulah teleponnya diangkat. Ethan menjawab dengan acuh tak acuh. “Ada apa?”
Tiffany tidak peduli dengan sikapnya lagi. Dia bisa menerima seseorang yang bersikap dingin di luar tapi hangat didalam. “Terima kasih.”
Ethan sedang fokus pada layar komputernya dan tidak mendengarkan perkataannya.”Untuk apa?”
Bibir Tiffany tersenyum. “Berhentilah berpura-pura. Kau kan yang mendonasikan uang untu