"Tak perlu buru-buru, aku akan memberimu waktu, tiga hari!"
Rima masih tak bisa berkata-kata.
"Aku tahu, kamu pasti tidak akan memutuskan semuanya sendiri, ada Allah dan orang tua yang akan kamu libatkan!"
Rima tersenyum. "Terimakasih sudah mengerti."
"Aku rasa saat ini kita semakin cocok," timpal Galih.
"Kenapa?" Rima mengernyitkan dahi.
"Aku duda, kamu janda!"
Keduanya tertawa, kemudian makanan mereka datang.
"Sudah lama aku tidak makan ini!" ucap Galih sambil menyendokkan makanan tersebut