Catherine menutup laptopnya, bersiap untuk pulang.
Tiga tahun telah berlalu sejak dia meninggalkan perusahaan, tetapi hanya butuh satu hari baginya untuk menyelesaikan banyak hal.
Dia hendak membuka kunci pintu depan rumahnya ketika bayangan hitam tiba-tiba menutupi dirinya.
Secara naluriah, dia mengangkat satu kaki dan menendang ke belakang.
Sebuah tangan besar segera meraihnya. Wajah tampan Shaun tampak sedingin es. "Di mana kamu berencana menendangku?"
Catherine mengerjapkan matanya