Sebelum Catherine bisa menyelesaikan kalimatnya, sebuah tangan besar tiba-tiba muncul untuk menutupi mulutnya.
Tangan Shaun berbau seperti pinus kering. Aroma samar itu ternyata menenangkan.
Lebih penting lagi, tangannya sangat hangat!
"Diam." Mata pria itu berbinar di bawah lensa kacamatanya.
Catherine merasakan pipinya juga menghangat. Setelah Shaun mengangkat tangannya, Catherine meletakkan semangkuk bubur gandum di atas meja. "Aku yakin kamu pasti lapar setelah bekerja sepanjang malam."