Eliza sudah berubah menjadi iblis. Yang dia ingin lakukan hanyalah membalas dendam, dan tidak ada yang bisa menghentikannya.
*****
Keesokan harinya, ketika Eliza menuju ke rumah sakit, dia hanya membawa sopir dan pengawalnya.
Dia mengenakan kacamata dan topi. Saat dia menjalani infus IV dengan tenang di ruang gawat darurat, Chester masuk dengan jas putih dan stetoskop di lehernya.
"Apakah kamu merasa lebih baik?" Chester tentu saja mengulurkan tangannya untuk menyentuh dahi Eliza.
Eliza tan