Bab 564. Tenang
“Mas Suma apa-apa, sih!” Aku mengibaskan tangan untuk melepaskan dari cengkeramannya.
Suamiku ini benar-benar tidak mau melepat tanganku kalau belum tiba di villa. Di jalan tidak dilepaskan sedetikpun genggamannya, bahkan semakin dipererat saat aku meronta.
Aku menghempaskan diri di atas ranjang, kesal pada semua orang. Ya Wisnu, Rima, dan juga Mas Suma. Mereka bermesraan seakan tidak mendengar apa yang sudah aku katakan selama ini. Kesalku masih membuncah.
“Mas Suma. Aku itu juga pernah muda.