Bab 42. Bisakan Menjadi Istrinya?
"Mas Suma, ke-kenapa? Jelek ya?" tanyaku ragu.
"Bahaya kamu, Ran!" ucapnya tiba-tiba.
"Maksudnya?" tanyaku heran. Aku dekatkan dudukku ke arahnya. Tak sabar aku ingin tahu, apa yang dia maksud.
"Ternyata, kalau kamu dibiarkan bisa melesat seperti anak panah. Itu yang saya takutkan!"
Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan. Ditariknya dudukku lebih mendekat. Mungkin wajahku kelihatan ketidakmengertianku.
"Lihat ini, kamu membuat sesuatu yang sederhana, tetapi diluar dugaan orang lai