Ponsel Kenan terus saja bergetar, membuat Diva meliriknya.
Sesaat kemudian panggilan pun mati, malah terlihat ada 20 panggilan tidak terjawab.
Membuat Diva merasa penasaran, apa lagi yang menghubungi adalah Fikri.
Apa ada yang terjadi di rumah pikirnya sehingga begitu banyak panggil dari Fikri.
"Mas, Kak Fikri. Takutnya ada yang penting, soal Bunda mungkin, takutnya mau ngabarin apa gitu," Diva menggerakkan tangan Kenan.
Hingga akhirnya mata pria itu terbuka dengan paksa, padahal dirinya begitu