"Mas, kenapa?" tanya Nada yang melihat Tama begitu aneh.
Bagaimana tidak, mendadak Tama menutup matanya.
Kemudian bibirnya tersenyum dan entah apa yang ada di pikirannya.
Malahan Nada berpikir jika Tama sedang kerasukan setan jahat.
Semetara Tama pun tersadar, ternyata barusan dirinya hanya sedang berkhayal saja.
Sial.
Mengapa tidak nyata saja, mengapa harus berkhayal saja.
Apakah begitu merindukan saat-saat bersama dengan Nada?
Mungkin saja begitu.
Mengapa bisa Tama menjadi sebodoh ini?
Ini se