Pikiran Nada benar-benar tidak baik-baik saja, bahkan lagi-lagi sampai larut malam begini Tama belum juga kembali.
Ini sudah berulang kali terjadi, bahkan satu Bulan pernikahan Tama terus saja seperti ini.
Semakin menjadi-jadi dan membuat Nada bingung.
Nada pun memutuskan untuk mencarinya di tempat hiburan malam, meskipun awalnya ragu.
Tetapi akhirnya Nada pun membulatkan tekadnya, lagipula bukankah biasanya Tama sangat suka berada di sana?
Bukankah itu adalah tempat yang selalu dikunjungi oleh