"Kemana aku harus pulang Tuan Adam? Tidak ada yang bisa menerima ku, menopang tubuh lelah ku, mendengarkan setiap keluhan ku, mengerti akan keadaan ku ini, kalian semua hanya memandang ku sebelah mata," Kinanti tertunduk pilu, berkabut luka yang begitu dalam.
Cinta pun tak mampu menopang diri memberikan sandaran pada luka hati yang di landa.
Di manakah kebahagiaan yang nyatanya sampai saat ini pun belum juga tiba.
Kapan bisa merasakan manis madunya di cintai, di perjuangkan, di pertahankan.
Tan