Tama mengusap wajahnya yang sudah babak belur tubuhnya penuh dengan lebam. Namun, percayalah sakit di hati jauh lebih parah dari pada luka yang tampak karena Fikri dan Adam.
Tama pun akhirnya memutuskan untuk pergi, dirinya sangat tidak mengerti dengan semuanya.
Hingga sebelum masuk ke dalam mobil mata Tama pun tidak sengaja melihat Nada yang berdiri di balkon kamarnya.
Tama pun mengangkat tangannya, sementara Nada hanya diam menatap dengan iba.
Keadaan Tama benar-benar membuat Nada merasa kasih