"Om, kamar mandinya di mana? Nada, kebelet pipis nih."
Tama pun menunjukan arah kamar mandi, dengan senyuman miringnya Nada pun berlari menuju kamar mandi.
Sesaat kemudian pintu pun terbuka, tampak Fikri dengan seorang asistennya yang masuk.
Wajah Fikri tampak begitu serius, sedangkan Tama malah tersenyum melihat kedatangan Fikri dengan wajah kesalnya.
"Ini ada yang salah," Fikri menunjukkan dokumen yang dimaksudkannya, membuat Tama langsung memeriksanya.
"Nanti asisten ku yang memperbaikinya,