Kinanti pun membuang pandangannya ke arah lain, tahu perasaan Renata saat ini seperti apa.
Namun, mungkinkah sanggup untuk membiarkan Renata dalam derita?
Bukankah ini adalah derita di atas harapan bahagia ingin melahirkan anak keduanya.
"Kinanti," suara lemah Renata seakan menggoyahkan hati, di satu sisi dirinya ingin menuruti keinginan tersebut.
Di sisi lainnya juga pasti akan merasa bersalah jika ternyata Renata dalam masalah besar.
"Kamu ingin aku menjadi wanita jahat?"
"Aku tidak mengingin