"Kamu nggak papa, kan?" Zidan merasa semua harus di luruskan, mengingat dirinya akan semakin bersalah jika tidak mengatakan segala kebenaran pada Kinanti.
"Kinanti, bisa aku berbicara?"
Dengan ragu Zidan menatap wajah Kinanti. Tetapi, lagi-lagi ingin mengakui jika dirinya adalah penyebab utama dari permasalahan yang terjadi.
"Tidak usah sekarang Dok, saya ingin sendiri dulu."
"Tidak bisa, kamu harus mendengarkan aku."
Kinanti sejenak diam menimbang raut wajah Zidan terlihat memohon padanya, hin