Mundo de ficçãoIniciar sessão"Pah, jangan musuhi Mas Ardan lagi, ya!" pesan Mayang. Kemudian, papa mengecup kening wanita yang sudah kurus itu.
"Tidak, Sayang. Tapi kamu musti janji jangan tinggalkan Papa, kalau kamu seperti tadi lagi, Papa akan musuhi suamimu!" canda papa. Mayang pun tersenyum, lalu melepaskan genggaman papa. Kemudian, ia didorong kembali untuk istirahat di kamar.Setelah Mayang jauh dari kami, papa pun kembali menarik lenganku."Ardan, terima kasih, kamu tel